Seiring dengan perkembangan kemajuan teknologi khususnya bidan informasi dan komunikasi, hampir setiap sekolah selalu berusaha untuk melengkapi semua fasilitas prasarana, demi mencapai proses pembelajaran yang lebih matang. Tidak bisa dipungkiri, sebagian besar sekolah-sekolah yang mempunyai standar SSN atau SSI, fasilitas yang disediakan untuk anak didiknya pun cukup mengiurkan apalagi kalau berkaitan dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), yang bisa dibilang bahwa teknologi ini sangat penting terutama dalam bidang komunikasi. Informasi apa saja yang kita inginkan dalam waktu sekejab segera dapat ditemukan, cukup dengan mengakses Google kita sudah bisa mendapatkan informasi dalam hitungan persekian detik, sangat cepat sekali tergantung layanan internet yang di pakai di masing-masing wilayah. Begitu juga dengan social network (jaringan social), seperti halnya friendster, facebook, blooger, wordpress dan mungkin masih banyak lagi layanan-layanan yang menyediakan fitur-fitur yang sangat menarik dari masing-masing layanan yang disediakan, mulai dari persahabatan, bisnis, bahkan jodoh.
Sekarang sudah tidak jamannya lagi mengirim surat lewat pos, cukup dengan mengakses yahoo kita langsung bisa mengirim email dalam waktu yang sangat cepat, waktu pun menjadi prioritas utama. Bahkan kita juga dapat menggunakan layanan webcam yang memudahkan pengguna dapat berkomunikasi langsung (face to face) yang saling berhadapan itu juga bisa kita nikmati, dengan membayar biaya sewa yang sudah ditentukan dari masing-masing warnet dan bisa dibilang cukup terjangkau. Mungkin kalau tidak di Warnet kita bisa mengunakan layanan hotspot gratis di area-area tertentu dimasing-masing daerah cukup dengan membawa laptop tanpa harus membayar sepeserpun.
Berbicara mengenai teknologi informasi dan komunikasi (TIK), khususnya di SMA Negeri 1 Plosoklaten sejak masuk mulai tahun ajaran 2006/2007, sangat saya rasakan sekali begitu lamban proses pembelajaran TIK disekolah ini, memang saya sadari SMA Negeri 1 Plosoklaten lokasinya pun juga tidak menjangkau, bisa dibilang cukup pelosok, layanan Wi-Fi pun juga tidak bisa masuk. Tragis memang, prihatin, kecewa, hampir dirasakan semuanya. Sekolah lain sudah mengenal internet, tetapi SMA Negeri 1 Plosoklaten sama sekali tidak, 70% siswa keseluruhan tidak mengenal yang namanya internet, apalagi mengoperasikannya? Sangat terisak dalam benak, keinginan mempunyai fasilitas internet, rasa malu dengan sekolah-sekolah lain begitu dirasakan. Pihak sekolah juga berusaha seoptimal mungkin untuk mengenalkan internet kepada anak didiknya. Mereka juga tidak ingin anak didiknya terbelakang.
Akhirnya waktu yang ditunggu-tunggu terjawab sudah, SMA Negeri 1 Plosoklaten sedikit bernafas lega demi melengkapi fasilitas internetnya, meski lokasi sekolahan di daerah plosok, dengan usaha yang cukup akhirnya P.T Telekomunikasi membawa jaringan Speedy-nya mau berkerja sama membangun jaringan di SMA Negeri 1 Plosoklaten. Di awal tahun 2009 ini, sedikit demi sedikit kita sudah mulai di kenalkan dengan layanan-layanan internet. Memang sekolah kita plosok tapi jangan salah mengartikan kita, kami semua selalu berusaha untuk memperbaharui informasi dan mengejar ketertinggalan kita. Rasa optimis tetap tertanam dalam diri. Rencana satu persatu mulai disusun, keinginan mempunyai hotspot mulai di pikirkan, satu demi satu tenaga pengajar pun mulai melengkapi sarana kebutuhan, hampir 30% Guru-guru SMA Negeri 1 Plosoklaten mempunyai laptop, begitu juga proses pembelajaran mulai sebagian menggunakan LCD, maka dari itu sekolah berusaha seoptimal mungkin. Supaya anak didiknya dapat melakukan browsing 24 jam gratis di area 1 km dari SMA Negeri 1 Plosoklaten dan tentunya tidak akan digunakan semena-mena, seperti browsing ke situs-situs porno.
Sekarang sudah tidak jamannya lagi mengirim surat lewat pos, cukup dengan mengakses yahoo kita langsung bisa mengirim email dalam waktu yang sangat cepat, waktu pun menjadi prioritas utama. Bahkan kita juga dapat menggunakan layanan webcam yang memudahkan pengguna dapat berkomunikasi langsung (face to face) yang saling berhadapan itu juga bisa kita nikmati, dengan membayar biaya sewa yang sudah ditentukan dari masing-masing warnet dan bisa dibilang cukup terjangkau. Mungkin kalau tidak di Warnet kita bisa mengunakan layanan hotspot gratis di area-area tertentu dimasing-masing daerah cukup dengan membawa laptop tanpa harus membayar sepeserpun.
Berbicara mengenai teknologi informasi dan komunikasi (TIK), khususnya di SMA Negeri 1 Plosoklaten sejak masuk mulai tahun ajaran 2006/2007, sangat saya rasakan sekali begitu lamban proses pembelajaran TIK disekolah ini, memang saya sadari SMA Negeri 1 Plosoklaten lokasinya pun juga tidak menjangkau, bisa dibilang cukup pelosok, layanan Wi-Fi pun juga tidak bisa masuk. Tragis memang, prihatin, kecewa, hampir dirasakan semuanya. Sekolah lain sudah mengenal internet, tetapi SMA Negeri 1 Plosoklaten sama sekali tidak, 70% siswa keseluruhan tidak mengenal yang namanya internet, apalagi mengoperasikannya? Sangat terisak dalam benak, keinginan mempunyai fasilitas internet, rasa malu dengan sekolah-sekolah lain begitu dirasakan. Pihak sekolah juga berusaha seoptimal mungkin untuk mengenalkan internet kepada anak didiknya. Mereka juga tidak ingin anak didiknya terbelakang.
Akhirnya waktu yang ditunggu-tunggu terjawab sudah, SMA Negeri 1 Plosoklaten sedikit bernafas lega demi melengkapi fasilitas internetnya, meski lokasi sekolahan di daerah plosok, dengan usaha yang cukup akhirnya P.T Telekomunikasi membawa jaringan Speedy-nya mau berkerja sama membangun jaringan di SMA Negeri 1 Plosoklaten. Di awal tahun 2009 ini, sedikit demi sedikit kita sudah mulai di kenalkan dengan layanan-layanan internet. Memang sekolah kita plosok tapi jangan salah mengartikan kita, kami semua selalu berusaha untuk memperbaharui informasi dan mengejar ketertinggalan kita. Rasa optimis tetap tertanam dalam diri. Rencana satu persatu mulai disusun, keinginan mempunyai hotspot mulai di pikirkan, satu demi satu tenaga pengajar pun mulai melengkapi sarana kebutuhan, hampir 30% Guru-guru SMA Negeri 1 Plosoklaten mempunyai laptop, begitu juga proses pembelajaran mulai sebagian menggunakan LCD, maka dari itu sekolah berusaha seoptimal mungkin. Supaya anak didiknya dapat melakukan browsing 24 jam gratis di area 1 km dari SMA Negeri 1 Plosoklaten dan tentunya tidak akan digunakan semena-mena, seperti browsing ke situs-situs porno.




Posting Komentar